Jilbab Chronicles…

 

Kisah seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah karena mengenakan jilbab sudah tidak ada lagi. Kisah seorang perempuan yang bermasalah dengan pekerjaannya karena pemakaian jilbab, hampir sudah tidak terdengar lagi sampai saat pagi kemarin saya mendengar topik pembicaraan Indonesia hari Ini di TVOne jam 7 pagi.

 

Topik diskusi tersebut mengetengahkan permasalahan yang muncul di salah satu daerah di Jawa, tentang pengajuan gugatan dari seorang perawat perempuan sebuah Rumah Sakit Swasta yang di’paksa mengundurkan dir’ oleh RS berkaitan dengan jilbab yang dikenakannya.

Hmmm, saya bisa memaklumi sih, karena si perawat wanita tersebut mengenakan cadar (saya tidak tahu apakah cadar tersebut dipakai terus-terusan atau hanya untuk meyamarkan wajah agar identitasnya juga tersamar, seperti yang biasanya dilakuakn di acara-acar persaksian). Karena memang cadar itu sendiri belumlah dianggap sebagi suatu hal yang lumrah di lingkungan masyarakat Indonesia meskipun film “ayat ayat cinta” laku keras di pasaran.

Namun, di pihak lain, saya juga tidak menyetujui tindakan RS tsb yang menyuruh perawat tsb mengundurkan diri. Menurut saya, asalkan pekerjaannya, tugas dan kewajibannya sebagai perawat, dapat terselesaikan dengan baik, maka tak ada yang harus dipermasalahkan. Bila ada ketakutan tentang pandangan pasien, selama orang-orang di lingkungan kerja menerima dia dengan baik, dan memperlakukannya dengan biasa-biasa saja, maka pasien tidak akan terlalu mempermasalahkan. Dan pasien juga toh, memiliki hak untuk mau atau tidak mau dilayani oleh petugas X, perawat Y, dokter Z, dsb.

 

Lalu tentang perkataan sang pengacara dari pihak Rumah sakit, yang menyatakan bahwa ibadah seorang muslimah untuk berkerudung, berjilbab adalah tidak sama dengan ibadah seorang muslimah untuk sholat dan zakat, adalah salah kaprah!!!!

 

Inilah akibat ketidaktahuan banyak masyarakat muslim untuk hukum jilbab dan kerudung itu dalam Islam. Bahwa wajibnya seorang muslimah untuk berkerudung, berjilbab, menutup aurat di depan orang yang bukan mahramnya adalah seperti wajibnya untuk sholat, untuk zakat. Fardhu ‘ain!!!. Inilah hal yang banyak orang tidak mengetahuinya, atukah tahu tetapi tak mau tahu???

Entahlah…

Dari sini, saya langsung terpikir suatu ide untuk mempublikasikan hukum jilbab terhadap seorang muslimah kepada seluruh umat islam di Indonesia Raya. Bukan lewat Blog saya ini tentunya, namun lewat MUI, Majelis Ulama Indonesia.

Agar MUI ini, memberikan pernyataan yang jelas, seperti halnya pernyataan tentang haramnya aliran Ahmadiyah, dan lain-lain, tentang Jilbab, Kerudung, Hukum dan Pelaksanaannya dalam Islam. Tentang permasalahan setelahnya, bahwa mungkin tak semua muslimah di seantero negri ini mengindahkan pernyataan itu, adalah suatu kuasa dan hak ALLAH, sang pemberi Hidayah.

Wallahualam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s