“Bu Dokter… Saya SH,Skizofrenia Hebefrenik…”

Kalimat diatas diucapkan oleh salah satu pasien rawat inap di RSJ Bangli, tempatku KoAs di bagian Psikiatri ketika pertama kali bertemu dengan aku dan teman-teman sekelompok DMku. Mendengar hal itu tentu saja, aku dan teman-temanku tersenyum-senyum dan berkata “iya Pak…” meski di dalam hati kami sangat terheran-heran. Salah seorang temanku bahkan sempat nyeletuk “wah, kalo semua pasiennya kayak gini, pekerjaan DM jadi lebih mudah nih….tinggal ngasih resep aja…gak usah nyari diagnosa he..he..he..” 

Mungkin bagi orang yang tidak berkecimpung di dunia kesehatan khusunya dunia kedokteran istilah Skizofrenia terdengar sangat asing..Skizofrenia merupakan istilah kedokteran dan istilah halus dari kata dalam bahasa indonesia yang disebut dengan ‘gila’.Di film-film indonesia, orang gila digambarkan sebagai orang yang tertawa-tawa yang kemudian menangis sendiri, yang kemudian berkata-kata dengan kalimat yang bagus susunan SPOnya (Subyek Predikat dan Obyek)…

Padahal, dunia per-gila-an tidak hanya itu…dari hal itu, kita bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa seringkali film-film indonesia itu nggak mendidik, tidak sesuai dengan kaidah ilmiah sama sekali dan terkesan dibuat dengan asal saja…asal laku…asal ditayangkan…asal pemainnya orang ngetop..dan asal-asal yang lain…Kembali ke topik awal, bahwa dunia pergilaan itu tidak sesempit yang digambarkan di film-film…dan sekali masuk dunia itu, seorang manusia tidak akan bisa kembali ke awal seperti sebelumnya…dia harus sangat menjaga agar tidak kembali ke dunia ‘lain’nya itu dengan obat-obatan untuk beberapa lama (biasanya sampai 2 tahun).Itu bila diagnosisnya adalah Skizofrenia, karena ada yang namanya adalah psikotik akut yang merupakan awal dari sebuah proses Skizofrenia bila tidak ditangani secepatnya.

Skizofrenia sendiri digolongkan jadi beberapa jenis sesuai dengan gejala yang muncul, yaitu Skizofrenia Katatonik, yang biasanya di cirikan dengan keadaan pasien yang melakukan penelantaran diri (tidak makan, minum, tidak BAK, BAB, dsb) dan biasanya mutisme (tidak mau ngobrol) atau sebaliknya melakukan aktivitas yang tak bertujuan atau mempertahankan posisi tubuh tertentu.

Yang kedua yaitu Skizofrenia Paranoid, yang dicirikan oleh kecurigaan berlebih terhadap orang, terhadap bayangan/hal-hal yang tidak realistis, seperti curiga terhadap orang yang baru dikenalnya bahwa dia akan dibunuh, mengintainya atau selalu berpikiran bahwa dirinya diintai, diikuti dan akan dibunuh.

Jenis yang ketiga yaitu Skizofrenia Hebefrenik, yang merupakan skizofrenia dengan prognosis atau perkiraan sembuh yang paling jelek, tetapi bukan berarti sama sekali nol.Skizofrenia inilah yang biasanya dipakai sebagai gambaran orang gila di film-film, yaitu dengan tersenyum sendiri, tertawa sendiri, tiba-tiba menangis tanpa ada sebab yang jelas, berbicara sendiri, seolah-olah berada di dunia lain, didunianya sendiri..

Namun, peran gila adalah sangat sulit, jika ingin seperti yang asli!!!Seorang skizofrenia Hebefrenik, tidak hanya ketidak sesuaian antara mood dan gambaran emosi (rasa yang dirasakan dengan gambaran yang dikeluarkan, misalnya orang yang merasa senang akan menggambarkan emosi tersenyum) tetapi juga kerancuan proses pikir yang benar-benar sulit untuk dilakukan oleh orang-orang waras…seperti perkataan yang tidak logis, sama sekali tidak realistis, dengan susunan kalimat yang sama sekali tidak sesuai kaidah Subyek-Predikat-Obyek atau bahkan mengatakan suatu kata yang entah didapatnya dari mana… Tetapi, ciri-ciri tersebut diatas hanya untuk menggolongkan untuk mengetahui prediksi tingkat kesembuhannya. Untuk diagnosa skizofrenia itu sendiri, ada beberapa syarat, yaitu adanya waham, halusianasi atau ilusi baik suara maupun visual yang menetap  selama sekurang-kurangnya 2 bulan dengan diikuti penurunan fungsi luhur pasien sebagai manusia, yaitu fungsi berpikir, suasana hati dan motorik/tindakan yang dipengaruhi psikologi. Waham adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh pasien., seperti meyakini bahwa dirinya merupakan Sang Maha Pencipta, meyakini bahwa dirinya dikendalikan oleh kekuatan diluar dirinya sehingga dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan lain sebagainya.

Kembali pada pasien kami yang mengatakan bahwa “Saya Skiofrenia Hebefrenik” tersebut, usut diusut, ternyata pasien tersebut mengaku tahu dari daftar nama yang ditaruh di ruangan tempat pasien tersebuh dirawat inap bahwa di baris namanya tertulis ‘Skizofrenia Hebefrenik’…Oalahhhh….:D Lucunya lagi dia juga mengatakan “Bu dokter, saya Skizofrenia Hebefrenik, ada halusinasinya, ada waham curiga nya…he..he..he..” Weleh…kalau itu kan Paranoid pak, bukan Hebefrenik batin kami…

19 thoughts on ““Bu Dokter… Saya SH,Skizofrenia Hebefrenik…”

  1. Bu dokter syng lg dinas d RSJ BANDUNG…
    Sy dpt pasiennya skizofrenia Hebefrenic.
    Tp susah buat bicara ke pasiennya.
    Gimana sich cara mengakaji yg baik.
    Kalu punya jwbnnya kirim aja di alamat email ini.
    rita210586@yahoo.com.
    Thanx buat info2nya.

    • Salam kenal juga…
      Wah, Bangli sekarang gmn nih kabarnya???sy dah 2 tahun lalu koskap disana…
      lg tugas di ruang mana nih??
      Semangat aja yah buat koasnya…
      Meski Psikiatri just 2 SKS, tp kalo bisa Bagus knp nggak??? ya kan!!!
      Semangat!!!

  2. Bu dokter… saya shock bgt waktu tau kenyataan bahwa tmn2 klub ngopi tmpt saya sharing n bertukar pikiran selama beberapa bulan ini ternyata gak nyata.. apa saya bisa dikategorikan skizoprenic jg??

    • diagnostik skizofrenia itu ndak bs lgs di judge begitu aja pak…jadi ya..harus bener2 diperiksa…^^
      coz itu menyangkut banyak hal…
      mnrt sy bpk lbh baik ke psikiater (dr.Sp kejiwaan) dulu untuk dilakukan pemeriksaan2 selanjutnya…

  3. Ass. sy mo nanya,sbnarnya brapa persen kemungkinan sembuh bagi pengidap skizofrenia hebefrenik? apa penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya selama rawat jalan..? trima kasih..

  4. Tahun 2004-2008 istri saya pernah divonis oleh dokter menderita skizofrenia, telah dirawat di RS khusus lebih dari 3 kali dan tidak boleh putus minum obat dari dokter. Alhamdulillah setelah mencoba obat herbal selama 1-2 bulan istri saya telah sembuh 100%. Tidak sulit tidur lagi, tidak ada bisikan lagi, bisa mengantar jemput anak sekolah, mengajar mengaji dan bahkan berjualan. Saat ini istri saya tidak lagi minum obat dokter dan obat herbal tersebut (selama lebih dari 1 tahun).

    Semoga bermanfaat.

    Komarudin (081380323526)

    • wah…selamat buat istri bapak ya…^^
      memang jalan kesembuhan itu ada banyak…medis hanyalah salah satunya…
      ilmu yg dimiliki Sang Maha Pencipta begitu byk, shg qta tdk bs hanya bergantung pada salah satunya saja…
      ^^

    • macam2 skizofrenia?ada kok kalo mau search di google buat lbh lengkapnya…^^,,
      ingat sy sih ada 3 : skizofrenia katatonik (yg paling mudah utk disembuhkan), s. paranoid, dan s.hebefrenik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s