Hanya Sebuah Kesempatan

Pepatah bilang kesempatan tidak datang dua kali…

Namun ada juga yang bilang, kesempatan itu datang lagi padamu, untuk mengubah yang terjadi kemarin dan menjadikannya lebih baik…

Hmm… mana yang benar?

kalau menurut saya kalimat yang kedua tidak sepenuhnya salah…

Menurut saya, memang kadang kala ada sebuah kesempatan yang dibuat olehNya untuk memperbaiki sebuah harga yang telah kita dapatkan…

namun menurut saya, kesempatan kedua itu adalah sebuah kesempatan yang lain, bukan kesempatan yang sama…

Untuk kesempatan kedua itu, kita harus mengorbankan sesuatu hal bahkan beberapa hal yang lain…

Jadi, kesempatan kedua itu, adalah kesempatan yang sama sekali berbeda dengan kesempatan yang pertama..

Lalu, apa hubungan hal tersebut dengan kehidupan kita?

Hmm… mungkin saat ini, saya sudah menyadari banyak hal, banyak kesempatan yang sudah saya lewatkan…

sampai saat ini, banyak hal yang saya dapatkan dan saya banyak merasa tidak puas akan hal yang saya dapatkan itu…karena saya yakin saya bisa mendapatkan hal yang lebih baik dari itu…

Saya tidak menyadari apa sebenarnya sebab mengapa saya merasa tidak puas?

sampai suatu saat, sahabat terbaik saya mengatakan kepada saya…

“kamu merasa tidak puas dengan pencapaianmu selama ini karena kamu tidak berusaha secara maksimal… kamu hanya berusaha sekedarnya…”

saat itu, saya bagaikan disadarkan…

Setelah saya pikir-pikir lagi, perkataannya tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar…

Saya memang orang yang sanguinis…

Saya lebih suka bersenang-senang daripada bekerja keras…

tetapi bila ada sesuatu yang saya inginkan, saya akan berusaha dengan sungguh-sungguh…

Sela  tahun kuliah, saya hanya puas pencapaian IP saya hanya pada satu semester saja…

yaitu semester ke tujuh…

padahal, IP saya di semster 1, 2 dan 3 jauh lebih baik daripada semester tujuh tersebut…

dan ketika saya mengkorelasikannya dengan perkataan teman saya..

saya menyadari, bahwa memang, kepuasan saya tersebut tidak lain adalah, karena saya memang benar-benar sudah berusaha hingga seluruh kemampuan saya…

Saya masih ingat, saat itu keinginan saya untuk mendapat beasiswa ke jepang sangat menggebu-gebu, sehingga saya sanggup untuk menyingkirkan semua ego saya, menyingkirkan semua kesenangan yang saya sukai demi mendapat pencapaian yang saya inginkan…

Dan, meski hanya IP 3,1..tapi saya-benar-benar puas…

Entah kenapa, perasaan saya terasa sangat lapang…

Hmmm, mungkin selanjutnya, dalam lembaran baru saya sebagai S.Ked, saya akan benar-benar berusaha…

dan semoga, saya diberiNya ketetapan untuk tetap teguh berusaha…

Chayoooo!!!!!

gambatte!!!

3 thoughts on “Hanya Sebuah Kesempatan

  1. Assalamualaikum…., devi. ini evi? masih ingat ???,iseng2 browsing ada nama dyan ratih…
    pkabar…. dmna sekarang… lama sekali tak jumpa dikau….he..he…semangat ya

  2. pOkoNa…fiGhtinG…!!!
    ^_^
    g seLamanyA niLAi A tuH yaNg t’baiK buAt qt yAhh..
    bLok 16, MCQ q cuMa daPat 60,00..dN niLAiq cuma B,niLAi amBAng untuk seBuah keLulusan…
    taPi di bLok itu q neMuin niaT baRu, untuK jadi Sp.JP… I Love heaRing heaRt soUnd and a loT of comPlication in it….wisH me Luck yaww…
    semoGa jaLAnq masiH paNjang, ‘n diLAncarKan 4JJI SWT…amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s