Kemarin, merupakan hari lahir dari seorang perempuan yang telah melahirkan saya ke dunia. Ibu.
Seorang perempuan yang hebat , menurut saya. Tidak perlu saya merincikan betapa hebatnya beliau dalam mempertahankan rumah tangganya, dlam bidang keutuhan, ekonomi, dan pendidikan anak-anaknya. Cukup hanya kami sekeluarga yang tahu, dan mungkin beberapa orang terdekat dan yang akan menjadi orang terdekat kami, anak-anak ibu, kelak. sebenarnya, ingin sekali saya memberikan hadiah special untuk ibu saya ini. Hadiah special yang saya yakin akan membuat ibu saya bahagia, namun karena hadiah itu tak kunjung datang kepada saya (dan saya juga bingung dimana dan bahagaimana saya bisa mencarinya), jadilah hadiah itu batal saya berikan pada ibu. Hanya sebuah pesan singkat lewat layanan perusahaan telekomunikasi saya sampaikan ucapan saya. Tanpa telepon, atau bahkan 3G..
SMS, pesan singkat namun kadang sangat bermanfaat dan efisien, tanpa berbelit dan tanpa harus melantur kemana-mana.
Ibu, dengan ini De mengucapkan ‘Happy B’day, selamat hari lahir!!’
Mohon maaf jika De tidak bisa memberikan yang Ibu minta ke De beberapa saat yang lalu sebagai hadiah di hari lahir Ibu, tapi De yakin, bahwa ini adalah yang terbaik untuk kita semua.
Untuk Ibu, untuk Bapak, untuk Mbak, untuk De, Untuk Adik, dan untuk hadiah yang sebenarnya ingin De persembahkan kepada Ibu. Coz ALLAH answers prayers in 3 ways:
ALLAH said YES, and gives what we WANT.
ALLAH said NO, and gives us something BETTER.
ALLAH said WAIT and gives us THE BEST…
Maret 26, 2009
Happy B’day Mom….
Maret 5, 2008
First step to go to Abroad… ( Sekilas persiapan mencari beasiswa ke LN )
Seminggu yang lalu, saya bersama seorang teman berjanji untuk bertemu di hotel Sheraton Surabaya guna mengisayati pameran pendidikan jepang. Apa yang saya dapatkan di kesempatan siang itu merupakan pelengkap atau bisa disebut sebagai lem yang merekatkan keping-keping informasi yang saya dapatkan selama empat tahun belakangan.Jadi, kali ini saya ingin membagi info itu pada semua teman-teman yang memiliki mimpi yang sama dengan saya…yaitu…untuk hidup di Jepang!!! to live in Japan!!! (lagi…)
Unbelieveable Dangdut Mania Dadakan 2
Dangdut musik kampungan? Nggak juga menurut saya…
Suka dangdut? Yang jelas saya nggak benci dangdut, yang saya nggak suka adalah goyangan yang terlalu vulgar dan terkesan mengarah ke arah ‘sana’.
Dibilang biasa dan netral terhadap jenis musik satu ini, nggak juga!!! Lah wong saya bisa nyanyi beberapa lagu dangdut secara lengkap! Lha….
Menuju ke arah topik…
Dangdut Mania Dadakan merupakan acara baru tentang dangdut tentunya! Lucunya, yang jadi peserta di sini unik-unik dan terbagi atas beberapa episode-episode.
Anda bisa bayangkan kalau episode supir alias driver…dan yang menang saat itu adalah supir truk dari brebes…
Satu yang saya suka di acara ini adalah kepolosan peserta yang sama sekali nggak di ubah oleh pihak penyelenggara seperti yang dilakukan di beberapa acara serupa seperti KDI, AFI, de el el yang di acara terebut, kespontanan dan kepolosan peserta sudah tidak ada lagi…
Namun beberapa saat yang lalu saya sempat, tidak hanya kecewa, namun SANGAT KECEWA SEKALI dengan acara ini…
Januari 8, 2008
“Bu Dokter… Saya SH,Skizofrenia Hebefrenik…”
Kalimat diatas diucapkan oleh salah satu pasien rawat inap di RSJ Bangli, tempatku KoAs di bagian Psikiatri ketika pertama kali bertemu dengan aku dan teman-teman sekelompok DMku. Mendengar hal itu tentu saja, aku dan teman-temanku tersenyum-senyum dan berkata “iya Pak…” meski di dalam hati kami sangat terheran-heran. Salah seorang temanku bahkan sempat nyeletuk “wah, kalo semua pasiennya kayak gini, pekerjaan DM jadi lebih mudah nih….tinggal ngasih resep aja…gak usah nyari diagnosa he..he..he..”
September 6, 2007
Taman Mini Indonesia Indah….
Pagi kedua di Jakarta…setelah pagi kemari saya sampai…
Setelah mandi pagi akhirnya aku dan temanku pergi ke TMII yang letaknya nggak jauh dari rumah omku tadi…
Masuk lewat belakang, pada mulanya membuatku ngerasa nggak enak, tapi lama2 nyantai azaaaaa…
Bukannya apa2, tapi aq cuman pengen menempuh jarak sependek2nya buat ke TMII karena pegel ku belon hilang sempurna akibat perjalanan..
Untung pegawainya baek2, jadi rasa canggungku bias cepet ilang….
Anjungan pertama yang kami kunjungi adalah Rumah Adat Sulawesi Selatan…hmmm…bagus….bangetttt!!!!
Disitu, kami bertemu dengan sekelompok orang bermata sipit…
Awalnya, aku mengira mereka sekeuarga tionghoa dari satu daerah di Indonesia yang sama-sama pengen liat TMII…
Aq juga nggak heran mendengar percakapan mereka dalam bahasa China yang hal itu memang lumrah dilakukan oleh suku tionghoa jika berada dalam komunitasnya, sama seperti orang madura jika bertemu dengan orang seperantauan…hanya orang jawa saja –yang menurutku—nggak ada bangga2nya blasss terhadap bahasa daerah mereka…
Seolah2 orang jawa itu seperti kacang yang meninggalkan kulitnya…
Ah…lupakan… back to the topic…
Ternyata, sekelompok orang tsb, bukan WNI, alias WNA yang jadi wisatawan asing…
Hal itu kuketahui ketika salah satu dari mereka meminta kami untuk berfoto bersama…
Ngajaknya pake bahasa inggris yang kayak akyu sih… jadi… like “Litle little sih…I can” gitu….
:p
Akhirnya, untuk beberapa saat, aku dan temanku pun jadi model orang Indonesia…
Hm…. Lumayan juga sih… he..he..he…
Selesai itu, kami pun berkeliling mengelilingi bagian kepulauan yang di kelilingi rumah2 adat dari berbagai daerah tersebut….
Jam stgh 12, kami kecapekan…akhirnya kami naik kendaraan yang memang disediakan oleh pihak TMII untuk pengunjug secara gratis !!! he…he..he…
Sesampai di Masjid, akhirnya kami turun untuk sholat dhuhur sambil melepas penat…
Yang lucu disini, adalah ketika selesai semua dan kami berselonjor selonjor melemaskan otot2 kaki kami, terdengar adzan….
Lhooo…..
Kami melongo bareng dan ketawa ketiwi…
“tapi, kita pas sholat tadi dah jam 12an kok, dan masuknya dhuhur jam 11.59, jadi mungkin dah sah…”kataku menenangkan diri…
mungkin ini coz kebiasaan q yang sholat dhuhur sebelum jam 12 (di jember rata-rata waktu dhuhur masuk jam stgh12-an )
Akhirnya kami melanjutklan perjalanan…
Dalam hati, aku bersyukur, ternyata masih banyak yang ingat Penciptanya dengan mengerjakan sholat…karena, entah… akhir2 ini saya sering melihat orang2 yang tidak mengerjakannya….
Padahal, sholat adalah pembeda kaum kafir dan muslim….hmmmmm….
Akhirnya setelah sempat kesasar muter2 teater tanah airku, kami berhjasil menemukan jalan keluar….
Huaaahhh…benar2 melelahkan…
Bener kata Bapak n Ibuku….
TMII nggak akan selesai di jelajah dalam waktu sehari….
Tapi, saya benar2 puas ke TMII….
Kita benar2 bisa melihat Indonesia dalam waktu yang jauh lebih cepat…
Dan dengan melihatnya, aku jadi sadar kalau Indonesia sebenarnya adalah Negara yang hebat….
Dengan kekayaan yang begitu banyak, dari kekayaan akan suku, dan budaya…belum termasuk tanah, laut, udara dan segala yang terkandung di dalamnya, tak seharusnya Indonesia terpuruk dalam situasi seperti yang sekarang….
Agaknya, kita harus pintar2 mengolah kekayaan kita….