The Rainbow of My Live

November 24, 2008

Jilbab Chronicles…

Diarsipkan di bawah: cahaya — by itsuki @ 2:19 pm

 

Kisah seorang siswa yang dikeluarkan dari sekolah karena mengenakan jilbab sudah tidak ada lagi. Kisah seorang perempuan yang bermasalah dengan pekerjaannya karena pemakaian jilbab, hampir sudah tidak terdengar lagi sampai saat pagi kemarin saya mendengar topik pembicaraan Indonesia hari Ini di TVOne jam 7 pagi.

 

Topik diskusi tersebut mengetengahkan permasalahan yang muncul di salah satu daerah di Jawa, tentang pengajuan gugatan dari seorang perawat perempuan sebuah Rumah Sakit Swasta yang di’paksa mengundurkan dir’ oleh RS berkaitan dengan jilbab yang dikenakannya.

Hmmm, saya bisa memaklumi sih, karena si perawat wanita tersebut mengenakan cadar (saya tidak tahu apakah cadar tersebut dipakai terus-terusan atau hanya untuk meyamarkan wajah agar identitasnya juga tersamar, seperti yang biasanya dilakuakn di acara-acar persaksian). Karena memang cadar itu sendiri belumlah dianggap sebagi suatu hal yang lumrah di lingkungan masyarakat Indonesia meskipun film “ayat ayat cinta” laku keras di pasaran.

Namun, di pihak lain, saya juga tidak menyetujui tindakan RS tsb yang menyuruh perawat tsb mengundurkan diri. Menurut saya, asalkan pekerjaannya, tugas dan kewajibannya sebagai perawat, dapat terselesaikan dengan baik, maka tak ada yang harus dipermasalahkan. Bila ada ketakutan tentang pandangan pasien, selama orang-orang di lingkungan kerja menerima dia dengan baik, dan memperlakukannya dengan biasa-biasa saja, maka pasien tidak akan terlalu mempermasalahkan. Dan pasien juga toh, memiliki hak untuk mau atau tidak mau dilayani oleh petugas X, perawat Y, dokter Z, dsb.

 

Lalu tentang perkataan sang pengacara dari pihak Rumah sakit, yang menyatakan bahwa ibadah seorang muslimah untuk berkerudung, berjilbab adalah tidak sama dengan ibadah seorang muslimah untuk sholat dan zakat, adalah salah kaprah!!!!

 

Inilah akibat ketidaktahuan banyak masyarakat muslim untuk hukum jilbab dan kerudung itu dalam Islam. Bahwa wajibnya seorang muslimah untuk berkerudung, berjilbab, menutup aurat di depan orang yang bukan mahramnya adalah seperti wajibnya untuk sholat, untuk zakat. Fardhu ‘ain!!!. Inilah hal yang banyak orang tidak mengetahuinya, atukah tahu tetapi tak mau tahu???

Entahlah…

Dari sini, saya langsung terpikir suatu ide untuk mempublikasikan hukum jilbab terhadap seorang muslimah kepada seluruh umat islam di Indonesia Raya. Bukan lewat Blog saya ini tentunya, namun lewat MUI, Majelis Ulama Indonesia.

Agar MUI ini, memberikan pernyataan yang jelas, seperti halnya pernyataan tentang haramnya aliran Ahmadiyah, dan lain-lain, tentang Jilbab, Kerudung, Hukum dan Pelaksanaannya dalam Islam. Tentang permasalahan setelahnya, bahwa mungkin tak semua muslimah di seantero negri ini mengindahkan pernyataan itu, adalah suatu kuasa dan hak ALLAH, sang pemberi Hidayah.

Wallahualam….

Juli 12, 2007

Hanya Sebuah Kesempatan

Diarsipkan di bawah: cahaya — by itsuki @ 3:40 am

Pepatah bilang kesempatan tidak datang dua kali…

Namun ada juga yang bilang, kesempatan itu datang lagi padamu, untuk mengubah yang terjadi kemarin dan menjadikannya lebih baik…

Hmm… mana yang benar? (lagi…)

Juni 30, 2007

Akhirnya aku merasakannya…………..

Diarsipkan di bawah: cahaya, hitam — by itsuki @ 2:02 pm

Hmm…. Jangan berpikiran aneh aneh jika membaca judul tulisan ini…

Yang  kumaksud dengan “nya” disini  adalah nilai D alias tidak lulus…

Rasanya ???

 sakit….sebal…marah…nggak berdaya…. menyesalllll….

Dan semuanya bercampur aduk sehingga akhirnya mampu membuat ductus lacrimalisku mengeluarkan air matanya….

Hiks…hiks…hiks…

(lagi…)

Mei 26, 2007

Jadian..??? Selamat yah … (???!!!##$%@&^*)

Diarsipkan di bawah: cahaya — by itsuki @ 1:54 am

Ini kejadian yang terjadi pasca saya mengikuti kuliah di RSUD Dr.Soebandi jumat, 25 Mei 2007 yang lalu…

Saat saya berjalan menuju ke parkiran motor, saya mendengar salah seorang teman yang cukup akrab dengan saya bicara…” Waaahh…jadian ya??? Selamat ya…”

(lagi…)

Mei 24, 2007

Sepuluh Ribu terlalu banyak….

Diarsipkan di bawah: cahaya, pernik warna — by itsuki @ 3:30 am

Apa yang anda pikirkan bila membaca judul diatas?

Yaahhh…mungkin bagi kita, mahasiswa, uang sebanyak sepuluh ribu rupiah adalah tidak terlalu banyak…

Apa sih barang yang bisa dibeli dengan uang segitu? Boro-boro dapet laptop, curut alias mousenya saja gak boleh segitu… (gak tau kenapa pikiran saya akhir-akhir ini selalu mengarah ke laptop terus)

Paling dapet buku yang tebelnya gak sampe seratus halaman (kalo’ baru), ngenet pun paling banter dapet tiga jam…

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com