The Rainbow of My Live

Oktober 21, 2008

Sinetron Ramadhan…benarkah bernafaskan islami???

Diarsipkan di bawah: pernik warna — by itsuki @ 2:21 pm

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Ramadhan telah usai, gemerlap idul fitri pun telah meredup iklannya di tv…

Tapi tak begitu halnya dengan sinetron-sinetron yang ada di televisi…

Sinetron-sinetron yang katanya bertajuk ramadhan masih bertengger manis sebagai acara televisi yang ratingnya lumayan tinggi….

Sinetron-sinetron tersebut dikatakan bertajuk islami, memberikan nuansa islami dan tak jarang terdapat banyak para ustadz dan ustadzah yang memeberikan prolog maupun epilog. Tak salah, karena prolog maupun epilog tersebut biasanya bersifat meluas alias nggak spesifik tentang lakon sinetron tersebut, namun yang ingin saya bahas kali ini adalah isi dan makna sinetron yang katanya sarat dengan ajaran islam tersebut…..

Entah siapa yang dulu memulai menjadikan ramadhan sebagai ajang pertelevisian indonesia untuk berlomba lomba menyajikan sinetron yang religius. Bahkan sinetron yang awalnya bukan bertajuk ramadhan pun diberi sisipan kata-kata sahur, tarawih, dan para pelakunya mengubah kata ‘ya ampun’ jadi ‘masya Allah’ atau ‘ya Allah’ atau ‘astagfirullah’…bila difikir lebih mendalam bukankah hal tersebut sangat lucu…

Ah sudahlah…

Yang ingin saya bahas disini adalah sinetron yang berjudul ‘ta’aruf’ dan ‘aqso dan madina’ yang beredar di salah dua televisi swasta. Saya sengaja nggak menutupi kedua judul tersebut agar banyak yang membaca opini ini. Dan agar penulis alur cerita atau entahlah apapun namanya, jangan asal nulis aja…. Karena banyak isi cerita yang janggal dan aneh. Cerita yang katanya sesuai dengan ajaran islam itu malah menjadi tidak sesuai dengan ajaran islam sama sekali. (lagi…)

Oktober 14, 2008

RIZKI ITU…

Diarsipkan di bawah: pernik warna — by itsuki @ 12:56 pm

Hari ini saya kembali beraktifitas di Rumah Sakit Dr. Soebandi setelah lima minggu sebelumnya siklus saya sebagai Dokter Muda di RSUD Dr. Soebandi Jember libur. Otak masih belum jalan dengan sempurna, tapi let it flow aja…nggak usah terlalu di force…right???

 

Siang hari saat pulang, saya bertemu dengan kakak angkatan saya di depan musholla…

“Assalamualaikum…” sapa saya, dan selanjutnya kami pun ada dalam obrolan seputar idul fitri sambil bermaaf-maafan, mumpung syawal belum berakhir.

Saya kemudian bertanya padanya tentang ujian neurologinya—kakak angkatan saya itu kebetulan sebelumnya masuk bagian neurologi—tentang pengujinya.

“ Oh, saya dengan dr. Y dek…antum?”

“Wah, enak mbak…dr. itu kan baik. Nilainya juga nggak pelit. Hmmm saya sama dokter X. Wah, kalau sama beliau itu…bisa lulus aja alhamdulillah…”

Dalam hati, saya kembali mengingat nilai neurologi saya yang meskipun lulus, namun membuat saya tak puas karena merupakan nilai batas terendah lulus. Sebenarnya saya berharap lebih dari itu, meski pada hari pertama ujian bisa dikatakan saya hanya bisa lancar di 1/3 bagian, namun di hari hari ujian yang dilanjutkan hingga seminggu kemudian, saya merasa yakin dengan penampilan saya di depan penguji saya.

 

“Ah, adek… rizki kan nggak kemana…” kata kakak angkatan saya itu tersenyum kemudian kami berpisah.

MasyaAllah…. Saya beristighfar dalam hati mengenai pemikiran saya sebelumnya…

‘De…kalau sudah rizkinya segitu ya…nggak akan kemana…nggak akan berkurang dan bertambah dengan siapapun kamu ujian…

ALLAH tidak akan mendzalimi hambaNya…’ hati saya berbisik…

Didukung oleh WordPress.com